doremi138
LIVESolmisasi membantu mengikuti melodi dengan memberi nama berbeda pada setiap not dalam skala. Dalam praktik umum berbahasa Indonesia, nama-nama itu adalah do, re, mi, fa, sol, la, dan si [1]. Dengan penanda tersebut, melodi dapat diikuti sebagai urutan nama, bukan sekadar kumpulan istilah yang dihafal terpisah.
Dari Do ke Mi, ikuti urutannya
Sebagai contoh sederhana, bukan kutipan lagu tertentu, rangkaian Do-Re-Mi menyebut tiga penanda secara berurutan: Do, lalu Re, kemudian Mi. Karena setiap suku kata merujuk pada not yang berbeda dalam skala, susunannya memberi cara untuk mengucapkan dan memperhatikan urutan bunyi yang sedang diikuti [1].
Di sinilah pola menjadi lebih mudah dibicarakan. Dua rangkaian melodi, misalnya, dapat dibandingkan lewat urutan nama yang digunakan: penanda mana yang muncul lebih dulu dan mana yang menyusul. Solmisasi bukan cerita tambahan pada lagu; kegunaannya terletak pada kerangka nama yang membuat susunan not dapat disebut dengan jelas.
Do-Re-Mi bukan satu-satunya sistem nama
Solmisasi tidak memakai satu rangkaian suku kata yang sama di semua tradisi. Sumber mencatat bahwa praktik umum berbahasa Inggris memakai do, re, mi, fa, sol, la, dan ti, sedangkan sistem musik klasik India menggunakan sa, re, ga, ma, pa, dha, dan ni. Musisi Jawa juga memakai ji-ro-lu-pi-ma-nem-pi, yang berasal dari nama angka [1].
Perbedaan itu menempatkan Do-Re-Mi sebagai salah satu kerangka penamaan, bukan daftar universal. Saat kerangka tersebut dipakai untuk mengikuti melodi, fokusnya ada pada hubungan urutan: Do, Re, Mi, lalu nama berikutnya yang muncul. Nama nada menjadi berguna ketika tiap suku kata terhubung dengan posisinya dalam susunan, bukan saat dihafal sebagai daftar saja.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Solmisasi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29388414&title=Solmisasi (diakses 2026-10-02).